Tampilkan postingan dengan label lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lainnya. Tampilkan semua postingan

SAFETY RIDING atau Keselamatan Berkendara Sepeda Motor


Keselamatan berkendara atau safety riding yakni suatu cara atau metode berkendara sepeda motor yang memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, keselamatan, tanggung jawab, rasa hormat terhadap peraturan-peraturan lalu lintas dan sikap menghargai terhadap pengguna jalan lainnya.

Di negeri ini, tidak jarang kita jumpai seorang anak yang masih di belum dewasa mengendarai sebuah sepeda motor di jalan raya layaknya orang dewasa. Baik alasannya yakni si anak belakang layar mengendarai sepeda motor orang renta atau kakaknya, maupun dengan seijin orang renta yang begitu gembira melihat anaknya sudah dapat berkendara.
Pertanyaannya, apakah si anak mampu dengan cepat mengambil keputusan dalam kondisi darurat ketika beliau berkendara? Atau dapatkah beliau mempertanggung-jawabkan semua yang telah dilakukan ketika berkendara?
Seseorang yang dapat mengendarai sepeda motor tidak serta merta  dapat mengendarai sepeda motor tersebut di jalan raya. Seorang safety rider yakni seorang pengendara yang mengendarai sepeda motor dengan penuh tanggung jawab akan keselamatan dirinya sendiri dan orang lain. Sedangkan si anak tadi terang bukan seorang safety rider.

Perbedaan Sepeda Motor dan Mobil
Mengapa keterlibatan sepeda motor sangat besar dibanding mobil. Memang jumlah sepeda motor di Indonesia sangat jauh lebih besar dibanding kendaraan beroda empat dan kendaraan bermotor lainnya sehingga otomatis hal ini terjadi. Tapi bukan hanya alasannya yakni jumlah tersebut yang menjadi satu-satunya penyebab sampai korban yang lebih banyak pula dialami pengguna sepeda motor dari kecelakaan lalu lintas. Apakah alasan lainnya?
Berikut yakni beberapa perbedaan antara sepeda motor dan kendaraan beroda empat yang berafiliasi dengan keselamatan. Dari perbedaan keduanya anda akan dapat menjawab alasan lainnya dari pertanyaan di atas.

1.     Mengemudi dan mengendarai
Duduk di dingklik memegang setir dan tuas kontrol lainnya serta kaki juga ikut mengoperasikan pedal-pedal yang ada di bawah yakni mengemudi mobil.
Mengendarai sepeda motor, selain anda bekerja dengan tangan dan kaki, anda juga harus selalu menjaga keseimbangan kalau tidak ingin terjatuh. Memiringkan tubuh menjadi acara yang harus anda lakukan untuk memaksimalkan cara berbelok. Dibutuhkan konsentrasi lebih dari mengemudi mobil.

2.     Penumpang
Pergerakan penumpang di dalam kabin kendaraan beroda empat yang duduk di kursinya masing-masing relatif tidak besar mensugesti pengemudi ketika mengemudi mobil.
Pergerakan penumpang atau pembonceng yang tidak sesuai dengan pergerakan tubuh pengendara mampu berakibat fatal ketika berboncengan dengan sepeda motor. Untuk alasan keamanan anda harus menyeleksi penumpang di sepeda motor, terutama anak-anak.

3.     Kabin
Mobil memiliki kabin yang umumnya terbuat dari besi yang kokoh, sehingga relatip dapat melindungi pengemudi dan penumpangnya ketika terjadi kecelakaan.
Sepeda motor tidak memiliki kabin, sehingga ketika terjadi kecelakaan si pengendara dan penumpang akan mendapatkan benturan pribadi ke tubuh.

4.     Angin kencang
Pada kendaraan beroda empat relatif tidak berdampak pribadi bagi pengemudi dan penumpangnya, serta dibutuhkan angin ribut yang benar-benar mahir untuk mensugesti keseimbangan mobil.
Pada pengendara dan pembonceng sepeda motor tentu angin ribut sangat besar lengan berkuasa dan juga dapat mengganggu keseimbangan berkendara.

5.     Hujan
Bukan hanya berair jikalau tidak mengenakan jas hujan bagi pengendara sepeda motor dan pembonceng tapi pandangan pengendara juga akan terganggu dan daya cengkraman sepeda motor pada permukaan jalan menjadi jauh berkurang.
Mobil dengan kabinnya tentu membuat pengemudi dan penumpangnya tetap kering. Fasilitas wiper akan menjaga pandangan pengemudi tidak terganggu oleh siraman hujan dan keempat roda dengan ukuran lebih lebar terang menawarkan daya cengkeraman lebih baik di banding sepeda motor di ketika hujan.

Itulah beberapa perbedaan mendasar dari sisi keselamatan antara kendaraan beroda empat dan sepeda motor.
Anda yang tetap menggunakan sepeda motor sebagai kendaraan wajib memahami sepenuhnya, bahwa dari sudut safety memang sepeda motor lebih berisiko dibanding mobil.


Begitu banyak insan harus terluka bahkan meregang nyawa di jalan raya tanah air kita. Ribuan keluarga kehilangan orang-orang yang dicintai alasannya yakni kejadian yang tidak diinginkan di keramaian lalu lintas Indonesia. Apakah ini takdir dan akan terus terjadi? Jawaban ada pada Anda para blogger yang budiman.
Mari bahu-membahu kita tingkatkan kesadaran untuk selalu berkendara dengan lebih berhati-hati dan selalu berusaha memenuhi aspek keselamatan, kenyamanan dan juga tenggang rasa dengan pengguna jalan lainnya ketika kita berkendara di jalan raya negeri ini.
Mengenal risiko dan potensi-potensi ancaman ketika berkendara sepeda motor seharusnya kita pahami lebih dulu jauh sebelum mempelajari teknik dan prosedur berkendara itu sendiri. Dengan demikian dibutuhkan setiap pengendara telah sadar bahwa sebuah sepeda motor dapat menjadi senjata yang dapat membunuh dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Berbeda dengan senjata api dan senjata tajam, sepeda motor dengan mudah dapat dimiliki dan digunakan setiap waktu. Dan setiap waktu pula dapat mengancam setiap nyawa insan tanpa mengenal status, usia maupun jenis kelamin.
Dengan sepeda motor siapa saja mampu menjadi seorang pembunuh, tidak peduli apakah beliau seorang tokoh masyarakat, guru, pemimpin agama atau seorang yang sangat baik sekalipun di mata orang banyak.
Mari sama-sama kita benahi cara berkendara kita dan mengajak semua orang di sekitar untuk membudayakan keselamatan berkendara sepeda motor dimana saja dan kapan saja. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita keras berusaha dan diridhoi oleh Yang Maha Kuasa.

JENIS-JENIS SEPEDA MOTOR

Sepeda motor yaitu sebuah kendaraan dengan dua roda segaris dan bergerak dengan tenaga yang dihasilkan oleh sebuah mesin.
Dalam perkembangannya sepeda motor tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi yang membantu insan dalam menjalankan aktifitas, namun juga sebagai sarana olah raga yang dapat membuat pengendaranya menjadi milyuner dan menjadi tontonan spektakuler bagi insan di banyak sekali negara di belahan bumi ini.

Dan tidak sedikit orang yang menggunakan sepeda motor sebagai alat penyalur hobi dan berinteraksi dengan insan lainnya dalam suatu komunitas yang merasa memiliki kesamaan dan membangun suatu ikatan persaudaraan yang sangat kuat bahkan melebihi kekerabatan persaudaraan yang sesungguhnya. Hal ini yang umum dikenal di kalangan klub atau komunitas sepeda motor dengan slogan “Kebersamaan” dan “Persaudaraan” atau “Togetherness” dan “Brotherhood”.

Bahkan terdapat pengendara dan pemilik yang begitu mengagumi merk dan jenis sepeda motor tertentu yang membuatnya sangat tekun berusaha untuk mengoleksi sebanyak-banyaknya dan memburunya sampai ke pelosok tempat tertentu supaya sepeda motor yang dikagumi dapat terbangun dengan keaslian sebagaimana keluaran pabriknya. Sehingga jangan heran kalau dikala ini anda masih mampu melihat dan menemukan sepeda motor pada masa Perang Dunia Pertama sebagai harta berharga seorang kolektor sepeda motor.

Jenis-Jenis Sepeda Motor
Sepeda motor sebagai alat transportasi untuk membantu insan dalam banyak sekali aktifitas memiliki tiga jenis dasar, yaitu jenis jalan raya (street), jenis non-jalan raya (off-road) dan jenis gabungan antara jalan raya dan non jalan raya (dual purpose). Dan ketiga jenis tersebut akan terbagi lagi ke dalam sub-sub jenis.
Untuk memahaminya, berikut ulasan lebih lanjut.

Jenis jalan raya
Jenis ini memang diperuntukan dikendarai di jalan raya yang berpermukaan rata dan mulus, menyerupai aspal dan konkrit. Umumnya jarak antara episode terendah dari sepeda motor dengan permukaan tanah (ground cleareance) relatif kecil, bahkan ada yang sangat rendah dengan penggunaan lingkar roda kecil. Sepeda motor jalan raya sangat mudah dijumpai di perkotaan.
Adapun sepeda motor yang merupakan sub-jenis dari jenis jalan raya, antara lain adalah:

Jenis jelajah/cruiser
  ·   Cruiser
Jenis ini termasuk kategori sepeda motor jelajah (cruiser). Umumnya menggunakan mesin dengan kapasitas besar. Posisi kaki pengendara agak ke depan dan posisi tangan relatif tinggi, sehingga tulang belakang menjadi tegak dan lebih nyaman. Karena ground cleareance-nya yang relatif rendah membuat pengendara harus lebih berhati-hati dikala melintasi tikungan. Jenis sepeda motor yang termasuk ini yaitu menyerupai lebih banyak didominasi Harley-Davidson, Suzuki Intruder dan lainnya yang dikenal dengan sebutan jenis chopper. Ciri khas fisik dari jenis ini yaitu ukuran lebih panjang namun rendah dan umumnya bundar roda depan besar dan pada roda belakang lebih kecil tapi memiliki ukuran tapak yang lebar.

Jenis sport
 ·   Sport
Masyarakat Indonesia biasa menyebutnya dengan sepeda motor balap. Jenis sport memiliki ciri khas bentuk dengan penutup pada episode mesin yang disebut fairing. Fungsi dari fairing untuk mengurangi hambatan angin ke sepeda motor sekaligus memanfaatkannya dengan mengalirkan ke sisi-sisi sepeda motor sehingga menambah tekanan sepeda motor ke permukaan jalan (down force). Posisi pengendara agak menunduk dengan setang jenis clip-on atau setang jepit dan posisi footstep agak tinggi sedikit ke belakang untuk menghindarinya tersentuh permukaan jalan dikala berbelok. Hal yang paling diutamakan pada jenis sepeda motor ini yaitu kecepatan, akselerasi, pengendalian maksimal di jalan lurus dan tikungan. Di Indonesia anda mampu menemukan jenis ini diantaranya Kawasaki Ninja 250, Ninja RR 150 dan Honda CBR 150.

·    Touring
Jenis touring
Touring bike atau se-peda motor jenis turing yaitu sepeda motor yang dapat menawarkan kelebihan dalam mengatasi perjalanan jarak jauh di jalan raya. Biasanya memiliki mesin yang besar, dilengkapi windscreen untuk menawarkan dukungan terhadap angin dan cuaca. Kapasitas tangki besar dan dilengkapi bagasi dengan kapasitas yang besar. Honda Goldwing yaitu salah satu pola jenis sepeda motor turing.

 ·     Sport Touring

Jenis sport touring
 Jenis ini merupakan kolaborasi dari dua jenis sepeda motor yaitu sport dan touring. Posisi berkendara tidak se-ekstrim dibanding pada jenis sport dan menawarkan kenyamanan untuk berkendara jarak jauh. Dilengkapi bagasi dengan kapasitas relatif besar yang tidak dimiliki pada jenis sport tulen. Dibanding dengan jenis touring, bobot keseluruhan sepeda motor ini jauh lebih ringan antara 250 sampai 330 kilogram. Sedangkan touring bike mampu mencapapai berat kotor 410 kilogram di luar bobot pengendara, penumpang dan perlengkapan. Untuk jalan ba-nyak tikungan, turunan dan tanjakan, jenis ini lebih baik dan bergairah dalam pengendaliannya. Perbedaan antara sepeda motor sport touring dan touring kadang tidak begitu jelas. Beberapa merk terkadang memberi kategori yang berbeda antara kedua jenis sepeda motor ini untuk negara yang berbeda dengan produk sepeda motor yang sama.

Jenis standard
·    Standard
Untuk jenis yang satu ini di Indonesia lebih dikenal dengan istilah sepeda motor laki. Posisi berkendara relatif lebih tegak dan footstep berada di bawah badan pengendara dengan posisi setang kemudi cukup tinggi. Jenis ini umumnya tidak dilengkapi dengan fairing dan windscreen dan kalau ada, biasanya dalam ukuran kecil. Komunitas atau klub sepeda motor di Indonesia umumnya mengambil dasar jenis ini untuk perjalanan jarak jauh dengan penambahan bagasi dan perlengkapan lainnya. Untuk mengakomodir seluruh kebutuhan selama perjalanan panjang.

Jenis scooter
 ·    Scooter
Terdapat dua jenis scooter atau skuter, dengan kopling manual dan otomatis. Jenis yang terakhir dikenal dengan skuter matik yang disingkat dengan skutik. Kehadiran skutik di Indonesia besar lengan berkuasa terhadap eksistensi sodaranya yang masih menggunakan transmisi manual. Dan sebab kemudahannya dalam mengoperasikan menjadikannya primadona gres dalam pasar sepeda motor di tanah air. Pengendara yang telah memiliki dasar mengendarai sepeda kayuh dengan mudah dapat beralih ke skutik. Jenis skuter umumnya menggunakan roda dengan diameter yang relatif kecil dan mesin biasanya terletak pada lengan ayun. Skuter di Indonesia yang dapat dijumpai sampai dikala ini yaitu Piaggio dan Vespa, sedangkan skutik lebih banyak pilihan dari Suzuki, Yamaha, Honda, Aprilla dan Kymko.

·     Moped

Jenis moped
Moped yaitu abreviasi dari motor dan pedal. Dari namanya sudah mengartikan bahwa sepeda motor jenis ini merupakan gabungan antara sepeda motor dengan sepeda kayuh yang memiliki pedal. Jenis ini relatif jarang dijumpai di tanah air. Umumnya menggu-nakan mesin dengan kapasitas kecil 50 cc dan tidak jarang yang meng-gunakan mesin listrik yang mampu diisi ulang. Untuk tenaga penggeraknya mampu bersumber dari mesin, tenaga insan dengan dikayuh atau kedua-duanya bersamaan.


Jenis underbone
 ·   Underbone
Ciri khas rangka tengah yang membujur ke bawah dan tanpa tangki materi bakar di atas tetapi di bawah tempat duduk sehingga jenis sepeda motor yang satu ini dinamakan under-bone atau tulang bawah. Di Indonesia jenis ini lebih dikenal dengan nama motor angsa dan merupakan jenis sepeda motor dengan populasi terbesar. Kapasistas mesin relatif kecil (maksimal 150 cc) dan pengoperasian perpindahan gigi persneling umumnya dengan dua versi, yaitu manual dan semi manual dengan menaik dan menurunkan posisi persneling menggunakan gearshift tanpa tuas kopling yang tersedia. Namun dikala ini sudah tersedia pula versi matiknya.

Jenis non-jalan raya
Jenis ini dirancang untuk melintasi jalan-jalan tidak beraspal, menyerupai pasir, lumpur, tanah berbatu atau kombinasi diantaranya. Mereka yang tinggal di pelosok desa atau pedalaman dimana belum terdapat jalan raya kerap menggunakan jenis ini. Ground cleareance yang tinggi dan penggunaan diameter lingkar roda yang lebih besar membuat jenis ini sangat handal melintasi jalan tidak beraspal bahkan genangan air. Dunia internasional lebih mengenal sepeda motor jenis ini dengan off-road motorcycle atau dirt bike. Lebih simpel dalam  bentuk dengan ciri khas tangki materi bakar di atas menyerupai layaknya sepeda motor lainnya tapi dalam daya tampung yang relatif kecil. Bentuk tempat duduk yang kecil dan memanjang serta suspensi panjang dan kuat.
Berikut jenis-jenis sepeda motor yang tergolong non-jalan raya atau off-road:

Jenis motocross
 ·     Motocross
Umumnya jenis motocross digunakan dalam kompetisi-kompetisi balap off-road dengan track yang dibuat khusus dan banyak sekali ma-cam rintangan. Sepeda motor jenis ini bukan untuk di jalan raya sebab tidak dilengkapi dengan akomodasi resmi menyerupai lampu utama, lampu arahan dan rem serta tidak terdapat nomor polisi. Tangki materi bakar relatif kecil, tenaga mesin yang handal dan suspensi kuat dapat membuat sepeda motor ini terbang di udara. Terdapat dua pilihan mesin, yaitu dua langkah dan empat langkah dengan kapasitas antara 125 cc sampai 450 cc.

Jenis trail
·     Trail
Untuk sepeda motor jenis ini sangat mendekati dengan motocross, hanya pada trail dilengkapi dengan lampu utama, lampu isyarat, lampu rem dan nomor polisi sehingga legal untuk digunakan di jalan raya. Di Indonesia biasanya kapasitas mesin sampai 250 cc yang umum digunakan, menyerupai Kawasaki KLX 250 dan yang lebih kecil ada Kawasaki KLX 150 dan Suzuki TS 125.

 ·    Trial
 
Jenis trial

Sepeda motor trial yaitu kendaraan off-road yang dapat melintasi banyak sekali macam rin-tangan mulai dari batu-batu besar, bagian-bagian dari bangunan atau rintangan yang dibuat khusus menyerupai ban traktor dan rongsokan mobil. Jenis ini tidak memiliki tempat duduk dan lomba yang diikuti tidak terfokus pada kecepatan melainkan keseimbangan dan akurasi dalam setiap melintasi rintangan. Ciri khas lain yaitu kapasitas tangki materi bakar yang sangat kecil.

Jenis dual-purpose
Untuk jenis yang satu ini merupakan gabungan dari kedua jenis sebelumnya. Dimana sepeda motor ini dapat melintasi medan-medan off-road tapi juga dapat dikendarai dengan handal di jalan raya. Biasanya sepeda motor jenis ini memiliki ground cleareance tinggi namun dengan mengaplikasi roda dan ban dengan lingkar sedang layaknya sepeda motor jalan raya.
Diantara jenis ini adalah:

Jenis supermoto
·     Supermoto atau motard
Sepeda motor ini basis-nya yaitu sepeda motor trail yang dimodif khusus sehingga memiliki pengendalian yang handal juga di jalan raya. Penggantian roda dengan bundar yang lebih kecil dan tapak ban relatif lebih lebar dengan kembangan lebih halus. Saat ini anda sudah dapat membeli sebuah sepeda motor supermoto atau motard dari dealer tanpa perlu memo-difikasinya lagi. Di Indonesia ada Kawasaki KLX 250 dan 150 dengan versi D-Tracker-nya.

Jenis adventure touring
·     Adventure-Touring
Jenis ini dirancang untuk sanggup melaksanakan perjalanan jalan raya jarak jauh dengan sekali-kali melintasi medan off-road. Umumnya jenis ini memiliki kapasitas mesin besar dan dilengkapi dengan bagasi dengan kapasitas relatif besar. Instrumen-instrumen dan indikator kendaraan juga lengkap terpajang di atas lampu utama. Bobot yang berat dan adanya bagasi ekstra membatasi sepeda motor ini untuk melintasi medan off-road yang ekstrim. Peturing kelas dunia kerap menggunakan jenis ini.

Jenis trike
Disamping ketiga jenis dasar sepeda motor di atas, juga terdapat sepeda motor dengan bentuk yang berbeda, menyerupai Trike yang memiliki tiga roda dan sepeda motor dengan pemanis kereta samping yang dikenal dengan sespan atau sidecar.

RISIKO DAN POTENSI BAHAYA SAAT BERKENDARA SEPEDA MOTOR


Kabut salah satu potensi ancaman yang datang dari alam
 Berkendara sepeda motor di beberapa negara maju menjadi sebuah aktivitas penyaluran hobi yang tentu menyenangkan. Saat berkendara sepeda motor anda dapat berinteraksi pribadi dengan lingkungan yang dilintasi menyerupai dinginnya udara pegunungan dan angin semilir yang menerpa wajah dan tubuh. Namun dibalik kenikmatan itu terdapat potensi-potensi ancaman yang ketika anda tidak siap menghadapinya akan menjadi bencana bagi anda dan orang lain sesama pengguna jalan.
Bagaimana dengan para pengendara sepeda motor di negeri kita ini yang notabene merupakan aktivitas rutin dan bisa anda temukan dimana saja, mulai dari kota-kota besar bahkan pelosok-pelosok pedesaan.
Di Indonesia dan beberapa negara sedang berkembang lainnya, sepeda motor merupakan alat transportasi utama bagi sebagian besar penduduknya. Sepeda motor bukan hanya sarana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain tetapi sudah menjadi urat nadi kehidupan rakyat.

Bagaimana dengan potensi-potensi ancaman yang ada dan selalu mengintip di sepanjang perjalanan para pengguna sepeda motor. Seberapa besar pengetahuan dan kesadaran para pengendara sepeda motor terhadap potensi-potensi ancaman tersebut.
Dan begitu anda mengetahui dan menyadari potensi-potensi ancaman tersebut akankah tetap menjadikan sepeda motor sebagai kendaraan harian atau anda berhenti mengendarai sepeda motor dan beralih ke alat transportasi lain yang dianggap lebih aman dibanding sepeda motor.

Begitu beresiko dan mudahnya seorang pengendara sepeda motor terlibat dalam kondisi yang berbahaya bagi dirinya dan pengguna jalan lainnya. Berangkat dari hal tersebut, penulis berharap anda dapat berusaha lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi-potensi ancaman tersebut dan menjadikannya sebagai peringatan yang selalu tertanam di benak anda biar selalu melaksanakan tindakan preventif untuk tidak terjadinya sebuah kecelakaan. Kecelakaan tidak akan terjadi begitu saja, tetapi kejadian yang tidak anda harapkan tersebut dapat terjadi berawal dari potensi-potensi ancaman yang anda abaikan sebelumnya.

Segala macam kondisi dan perilaku yang tidak sesuai dengan standar berkendara yang aman tergolong potensi ancaman yang harus segera disikapi. Seperti ketika anda berkendara dengan menggunakan sepeda motor yang tidak layak jalan atau anda berkendara dalam kondisi sakit, maka kedua kondisi dan keadaan itu merupakan kondisi yang tidak standar (sub standard condition) yang dapat berujung pada sebuah kecelakaan.

Berikut ini yaitu banyak sekali macam potensi ancaman ketika berkendara yang secara garis besar terbagi dalam empat bagian, yaitu yang bersumber dari diri pengendara sendiri, dari objek-objek bergerak di sekitar jalan, objek-objek tidak bergerak di sekitar jalan dan potensi ancaman yang datangnya dari alam.

Potensi Bahaya dari Diri Pengendara
Potensi ancaman dari diri pengendara yaitu kondisi tidak standar yang dimiliki si pengendara ketika berkendara sepeda motor. Data membuktikan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi lebih banyak disebabkan oleh kesalahan dari insan itu sendiri atau human error.
Di bawah ini yaitu potensi-potensi ancaman dari diri si pengendara tersebut.

Kurangnya keterampilan berkendara
Seorang pengendara yang kurang terampil dalam mengendarai sepeda motor dapat saja mengalami suatu kecelakaan meskipun sedang berkendara di jalan yang tidak terdapat pengguna jalan lainnya.
Pengendara pada tingkat ini tidak benar-benar menguasai sepeda motor yang sedang dikendarainya sehingga hal-hal kecil saja dapat membuatnya terlibat dalam sebuah kecelakaan. Pengendara yang kurang terampil akan berkendara dalam perasaan yang tidak yakin atau tidak percaya diri sehingga gerakan tubuh pengendara dan kendaraannya akan sulit dipahami oleh pengguna jalan lainnya.
Kurang terampilnya seseorang dalam mengendarai sepeda motor bisa disebabkan beberapa hal, menyerupai seseorang yang gres berguru mengendarai sepeda motor atau seseorang mengendarai sepeda motor dengan jenis yang berbeda dari yang biasa dikendarai, referensi seseorang yang biasa mengendarai sepeda motor standard dan tidak pernah menggunakan jenis lainnya tiba-tiba mengendarai sepeda motor jenis skutik (skuter otomatik) atau sebaliknya.

Kurangnya pengetahuan peraturan berlalu lintas
Seorang pengendara sepeda motor wajib mengetahui dan memahami peraturan-peraturan lalu lintas dan Undang-undang lalu lintas yang berlaku.
Segala macam rambu atau petunjuk lalu lintas dan jalan harus dikuasai termasuk jenis-jenis marka jalan yang tergambar di permukaan jalan.
Saat ini, di negara kita masih ada pengendara yang tidak memahami rambu-rambu dan petunjuk jalan. Seharusnya hal ini tidak terjadi, karena salah satu syarat seseorang dapat memiliki Surat Izin Mengemudi Kelas C yaitu mengerti rambu-rambu dan petunjuk jalan serta aturan-aturan lalu lintas dan angkutan jalan lainnya.
Pengendara yang telah memiliki SIM C tetapi tidak berusaha menambah ilmunya dengan perkembangan-perkembangan peraturan lalu lintas dan angkutan jalan juga termasuk jenis pengendara yang kurang pengetahuan berlalu lintasnya.

Emosi
Pengendara sepeda motor juga dituntut untuk dapat menahan emosi di sepanjang waktu dalam berkendara. Ketika seorang pengendara mudah terpancing emosinya maka sulit sekali untuk berkendara sesuai dengan standar keselamatan berkendara yang semestinya.
Tidak sedikit seorang pengendara terpancing untuk berkendara lebih cepat hanya karena didahului oleh pengguna jalan lainnya.
Berkendara sepeda motor bersama-sama suatu aktifitas yang dapat anda gunakan untuk melatih kesabaran dan disiplin dengan mengikuti seluruh aturan-aturan berlalu-lintas yang ada. Tanpa disiplin dan sabar, anda dengan mudah akan melaksanakan tindak pelanggaran, menyerupai melanggar marka jalan yang tidak terputus hanya untuk mendahului kendaraan lain yang bersama-sama tidak perlu anda lakukan.

Perilaku dan kebiasaan buruk
Banyak pengendara yang bersama-sama memiliki keterampilan berkendara yang baik dan mengetahui dengan baik peraturan-peraturan lalu lintas dan angkutan jalan, tetapi sering melaksanakan pelanggaran-pelanggaran dalam berkendara.
Di sini sangat diharapkan sikap tegas dari petugas untuk menindak dan memperlihatkan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku. Jika perilaku dan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dibiarkan, maka si pengendara yang bersangkutan tidak merasa bahwa yang dilakukannya yaitu suatu pelanggaran. Contoh yang sering kita jumpai yaitu para pengendara sepeda motor yang tidak berhenti di belakang garis pembatas ketika lampu merah aktif di traffic light atau berhenti di sebelah kiri ruas jalan sehingga menghalangi pengguna jalan lainnya yang mungkin diperbolehkan untuk terus berjalan bila berbelok ke kiri.
Juga hal-hal lainnya menyerupai berkendara melebihi batas kecepatan yang ditetapkan, mendahului kendaraan lain di tempat-tempat yang dilarang. Dan masih banyak lagi perilaku dan kebiasaan-kebiasaan buruk pengendara sepeda motor yang bersama-sama sangat tidak pantas dilakukan dan dapat memicu terjadinya kecelakaan.

Potensi Bahaya Bergerak
Potensi-potensi ancaman yang bergerak atau moving hazards adalah semua objek bergerak yang ada di jalan maupun sekitarnya dan memiliki potensi untuk menyebabkan bahaya.

Kendaraan lainnya
Selain anda sebagai pengendara sepeda motor tentu banyak kendaraan lainnya yang juga menggunakan jalan yang sama. Kendaraan lainnya bisa menjadi potensi ancaman bagi anda ketika berkendara, apalagi bila dikendarai atau dikemudikan oleh seseorang yang memiliki keterampilan berkendara atau mengemudi yang belum cukup baik untuk beroperasi di jalan raya. Atau faktor lain dimana pengendara atau pengemudi berkendara atau mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan.
Jika pengguna kendaraan lainnya dalam kondisi menyerupai di atas, hal ini akan sangat berbahaya bagi anda walaupun anda sudah berkendara dengan sangat hati-hati dan seaman mungkin. Anda harus menyadari, bahwa perilaku dan cara berkendara aman yang anda lakukan belum tentu diikuti oleh pengendara dan pengemudi kendaraan lainnya.

Hal lain yang berpotensi menyebabkan ancaman dari pengendara dan pengemudi lainnya yaitu penggunaan lampu utama yang menyorot tinggi di malam hari. Seharusnya lampu ini diarahkan ke bawah atau jarak dekat ketika berpapasan dengan pengguna jalan lainnya.  Sinar lampu tersebut sangat menyilaukan pandangan dan mengganggu sehingga orang lain menjadi tidak bisa melihat dengan baik bahkan tidak dapat melihat sama sekali ke arah depan.
Kendaraan lainnya yang menjadi potensi ancaman bergerak menyerupai mobil, sepeda motor lain, truk, trailer, bus, kereta api, sepeda kayuh, gerobak, dan lainnya.

Pejalan kaki
Pejalan kaki yaitu episode yang paling rentan untuk menjadi korban dari seluruh subyek pengguna jalan. Benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan cedera pada pejalan kaki karena memang tidak terlindung oleh apapun.
Namun pejalan kaki juga dapat menjadi penyebab timbulnya kecelakaan di jalan raya. Pejalan kaki yang tidak menyeberang pada tempatnya atau berjalan di tubuh jalan walaupun sudah tersedia tempat penyeberangan khusus dan trotoar untuk mereka gunakan.
Pada hari dan waktu tertentu anda harus memperhatikan kondisi jalan yang akan dilintasi. Misalnya pada hari Jum’at siang di jalan-jalan di sekitar masjid akan dipadati oleh pejalan kaki yang gres selesai beribadah. Begitu juga di hari Minggu pagi atau sore di jalan-jalan sekitar gereja.
Pada hari kerja pada waktu-waktu masuk dan pulang sekolah juga perlu mendapat perhatian.
Kumpulan massa menyerupai demonstrasi atau suporter sepak bola sebaiknya dihindari untuk lebih amannya perjalanan anda.
Selain orang yang berjalan kaki di jalan terdapat pula potensi ancaman lain yang datang dari manusia, menyerupai belum dewasa yang sedang bermain layang-layang di pinggir jalan. Dimana belum dewasa yang mengejar layang-layang sering lupa diri dan mengabaikan kendaraan yang sedang melintas di jalan. Selain itu benang layang-layang yang melintang di tengah jalan juga sering memakan korban dari para pengendara sepeda motor.
Dan bila anda melintasi lapangan atau tempat-tempat yang kerap digunakan sekelompok orang untuk bermain sepak bola, waspadalah akan bola yang terkadang menggelinding bahkan melayang ke jalan.

Penumpang atau pembonceng
Penumpang atau pembonceng sepeda motor yang belum memahami prosedur membonceng yang benar akan menjadi potensi ancaman tersendiri bagi anda. Penumpang menyerupai ini akan mengganggu kestabilan dan keseimbangan sepeda motor, bahkan motor menjadi berat dan tidak nyaman dikendarai.
Anak-anak yang kakinya belum dapat berpijak dengan tepat pada tempat pijakan kaki (foot step) pembonceng seharusnya tidak bergabung dalam perjalanan anda dengan sepeda motor. Penumpang yang tidak tepat berpijak pada foot step akan mengganggu keseimbangan sepeda motor. Begitu pula seorang pembonceng yang selalu bergerak dan tidak dapat diatur akan sangat mengganggu dan dapat berakibat fatal.
Saat berkendara, anda juga harus waspada terhadap jenis pembonceng yang gampang kaget atau selalu kuatir dan ketakutan ketika berkendara di tengah-tengah lalu lintas. Bersiaplah untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang tidak terduga.

Hewan
Hewan ternak maupun liar dapat menjadi potensi ancaman yang juga harus diwaspadai oleh setiap pengendara sepeda motor. Bahkan di beberapa kawasan di Indonesia hewan-hewan ternak bebas berkeliaran dan melintas di jalan. Tidak jarang pengendara sepeda motor alhasil terjatuh dan mendapat cidera berat akhir menabrak kambing, babi, kucing, ayam dan hewan-hewan peliharaan lainnya. Dan di beberapa kawasan yang masih terdapat hutan yang dilintasi jalan raya, hewan-hewan liar menyerupai kijang, kucing hutan, ular dan lainnya juga kerap melintas atau muncul di tengah jalan.
Serangga juga merupakan hewan yang harus anda waspadai. Lebah dapat menyerang  pengendara ketika berkendara. Begitu juga di malam hari, serangan laron yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan dapat mengganggu konsentrasi berkendara.

Potensi Bahaya Tidak Bergerak
Di samping potensi-potensi ancaman bergerak terdapat pula potensi-potensi ancaman dari objek-objek yang tidak bergerak di sekitar kita. Bahkan sering sekali pengendara terjebak untuk menghadapi potensi ancaman jenis ini. Objek yang tidak bergerak terkadang tidak dapat terlihat dengan terperinci ketika anda sedang berkendara.

Lubang di jalan
Sepeda motor yang berjalan hanya dengan dua roda sangat mudah terpengaruh keseimbangannya oleh gangguan-gangguan di permukaan jalan. Lubang yang terdapat di permukaan jalan dapat menjadi malapetaka bagi seorang pengendara. Sepeda motor yang tidak sempat menghindar, alhasil terperosok ke dalam lubang dan jatuh. Dan dapat diperparah dengan benturan susulan ke objek lain atau kendaraan lain yang sedang melintas.

Badan jalan turun atau naik
Rusaknya tubuh jalan dengan kondisi menurun atau menaik biasanya disebabkan oleh kondisi tanah yang labil atau akhir dari musibah menyerupai gempa.
Kendaraan yang sedang melintasi jalan tersebut akan tiba-tiba melayang di atas permukaan jalan akhir ketinggian tubuh jalan yang berbeda. Kondisi melayang inilah yang sering tidak dapat diantisipasi oleh pengendara sehingga ketika roda sepeda motor kembali menyentuh permukaan jalan sepeda motor menjadi oleng dan pengendara gagal dalam menstabilkannya dan ber-akhir pada sebuah kece-lakaan.

Portal
Portal yang melintang di terusan perumahan maupun komplek perkantoran yang dibuat tidak memenuhi syarat juga bisa menjadi potensi bahaya. Seperti portal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, bahkan ada portal yang tidak diberi warna identifikasi yang seharusnya, sehingga pengendara yang melintas tidak dapat melihat portal tersebut dengan jelas.

Papan reklame
Papan reklame, baliho atau spanduk-spanduk yang terbentang di pinggir jalan juga merupakan potensi bahaya. Ukuran yang besar dengan gambar-gambar yang menarik perhatian dapat mengganggu konsentrasi pengendara ketika berkendara.
Tiang listrik, rambu petunjuk jalan dan lalu lintas
Tiang listrik, rambu petunjuk jalan dan rambu lalu lintas seharusnya menjadi alat bantu para pengendara di jalan raya. Namun ada kalanya tiang-tiang tersebut menjadi potensi ancaman dan bahkan menyebabkan korban karena letaknya yang tidak wajar. Letak yang tidak wajar ini bisa jadi terletak di tengah-tengah trotoar yang mengganggu pejalan kaki, sehingga membuat pejalan kaki turun ke tubuh jalan ketika melintasinya. Atau karena sudah dilakukan pelebaran jalan dan alhasil posisi tiang-tiang tersebut berdiri tegak di tubuh jalan dan diperparah lagi pihak-pihak atau instansi pemerintah yang seharusnya memperbaiki atau memindahkanya tidak cepat bertindak sebelum timbulnya korban jiwa.

Pohon
Pohon-pohon yang berada di tepi jalan sangat membantu dalam menyejukan suasana jalan yang panas di siang hari. Dari sudut keindahan juga sangat mendukung dengan hijau daun yang meneduhkan. Tapi terkadang pohon-pohon menjadi tidak terawat sampai dahan-dahan dan daun-daunnya menutup rambu lalu lintas yang berada di dekatnya.
Ketika sebuah rambu menyerupai petunjuk satu arah, larangan belok atau yang lainnya dan kondisinya tidak terlihat karena tertutup rimbunnya daun pohon akan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Polisi tidur
Ketika melintas di komplek perumahan atau perkantoran anda akan sangat bersahabat dengan eksistensi polisi tidur. Fungsi utama dari alat bantu lalu lintas ini untuk memperlambat kecepatan kendaraan ketika melintas di daerah-daerah tersebut. Namun tidak sedikit dari polisi tidur tersebut tidak dirancang dan dibuat dengan benar, sehingga membentur episode bawah kendaraan kesayangan anda. Lebih parah lagi, beberapa polisi tidur tidak diberi warna khusus (hitam dan putih) dan dibiarkan berwarna menyerupai warna jalan yang ada, sehingga pengendara tidak dapat melihat dengan terperinci di malam hari.

Kendaraan sedang parkir
Mobil, sepeda motor, gerobak, becak serta kendaraan besar menyerupai bis dan truk, terkadang diparkir di lokasi-lokasi yang tidak seharusnya. Diperparah dengan warna yang gelap dan anda berkendara di malam hari dengan lampu penerangan di tepi jalan yang kurang terang, bisa saja anda membentur kendaraan yang sedang diparkir tersebut.

Jalan menikung
Ketika anda melintas di jalan menikung, terkadang kendaraan yang datang dari depan tidak terlihat karena terhalang bangunan atau benda-benda yang ada di tepi jalan sehingga jarak dan bidang pandang menjadi terbatas.
Dan ketika sebuah kendaraan melintasi tikungan, terdapat suatu gaya yang membuat kendaraan terdorong keluar tikungan. Gaya dorong inilah yang kerap membuat setiap kendaraan melam-bung atau melebar keluar dari lajur yang semestinya dan mengambil jalan kendaraan dari depan atau keluar dari tubuh jalan. Semakin laju kendaraan yang bergerak di tikungan semakin besar gaya dorong yang timbul dan semakin kecil sudut tikungan, semakin besar pula gaya dorong yang diterima kendaraan. Jalan menikung yang tidak dirancang dengan kemi-ringan yang tepat juga merupakan potensi ba-haya.

Jalan curam mendaki atau menurun
Tanjakan dan turunan yang curam juga merupakan potensi bahaya. Dimana seorang pengendara yang kurang terampil dalam berkendara dapat terjungkal atau nyelonong ketika melintasinya. Kondisi sepeda motor, muatan dan pembonceng juga turut menentukan tingkat resiko dalam kasus ini.

Jalan licin
Jalan licin dapat disebabkan pasir, air, kerikil kerikil, bahkan minyak atau oli yang terdapat di permukaannya.
Kondisi permukaan jalan menyerupai ini memiliki potensi ancaman yang tinggi dan kerap membuat pengendara dan sepeda motornya kehilangan kontrol atau terjatuh.
Saat anda berkendara dengan sepeda motor, setiap perbedaan warna pada permukaan jalan harus mendapat perhatian khusus dan berusahalah menghindarinya.

Potensi Bahaya dari Alam
Potensi-potensi ancaman dari alam yaitu potensi ancaman yang kerap tidak dapat diprediksi oleh pengendara maupun pengguna jalan lainnya. Bahkan di tahun-tahun terakhir Indonesia banyak mengalami bencana-bencana alam, mulai dari angin puting beliung, curah hujan yang tinggi, tanah longsor bahkan gempa bumi dan tsunami.
Berikut yaitu potensi-potensi yang datangnya dari alam yang sering dijumpai para pengendara.

Angin kencang
Angin kencang sangat besar lengan berkuasa pada kestabilan dan keseimbangan pengendara dan sepeda motornya. Terutama bagi pengendara yang menggunakan sepeda motor berukuran kecil menyerupai sepeda motor belibis (moped) dan skutik (skuter matik). Sepeda motor yang memiliki ukuran relatif lebih kecil ini dapat keluar dari jalur jalannya atau oleng dan terjatuh ketika angin puting-beliung menerpa.
Bahaya lain yaitu potensi ancaman dari benda-benda yang ada di sekitar jalan yang tertiup angin kencang. Papan reklame, umbul-umbul dan pohon-pohon mungkin tumbang dan mengarah ke jalan sehingga memblokir atau menimpa siapa saja yang berada di jalan.

Hujan
Ketika jalan dibasahi air hujan, permukaan jalan menjadi licin dan daya cengkeram ban sepeda motor menjadi berkurang. Selain itu, pandangan pengendara akan berkurang karena terhalang oleh air hujan. Ditambah lagi bila pengguna sepeda motor tidak mempersiapkan diri dengan jas hujan, tubuh yang lembap oleh air hujan dan terhembus angin akan sangat mudah membuat pengendara masuk angin, kedinginan dan jatuh sakit.

Banjir
Bagaimanapun hapalnya anda dengan jalan yang kerap dilintasi, ketika banjir maka anda sama halnya dengan pengguna jalan lain yang gres melintasi jalan tersebut. Segala bentuk permukaan jalan akan tertutup rata oleh air dan anda tidak dapat melihat dengan terperinci dan memastikan bagaimana keadaan permukaan jalan yang ada di bawah.
Banjir setinggi area mesin dimana terdapat busi tentu akan sangat besar lengan berkuasa pada kerja mesin dan bila anda memaksa untuk melintasi genangan air bersiaplah bila tiba-tiba sepeda motor menjadi mogok. Dan derasnya arus air juga sangat mensugesti keseimbangan sepeda motor.

Gelap malam
Bagaimanapun insan bukan mahluk malam, sehingga pada umumnya kemampuan fisik kita akan berkurang ketika berkendara di malam hari. Jarak pandang anda tentu akan lebih baik di siang hari. Di malam hari jangkauan penerangan sepeda motor dan penerangan jalan yang tersedia sangat berpengaruh. Lubang dan rintangan-rintangan yang terdapat di jalan dapat anda lihat ketika sepeda motor sudah cukup dekat. Kondisi malam makin diperparah dengan kurang bijaksananya pengendara atau pengemudi yang datang dari arah depan menggunakan lampu utama pada posisi tinggi, anda akan kesulitan untuk memantau kondisi di depan karena silaunya cahaya lampu tersebut.

Kabut dan asap
Saat berkendara sepeda motor terkadang anda harus berhadapan dengan kabut yang menyelimuti jalan dan sekitarnya. Kabut yang tipis mungkin masih dapat anda atasi dengan lampu jauh tetapi bila kabut semakin tebal, sinar lampu yang tersedia tidak akan bisa menembus dan akan sangat berbahaya anda tetap melanjutkan perjalanan. Daerah-daerah yang terletak di ketinggian sangat berpotensi dengan munculnya kabut di pagi dan sore hari.
Untuk beberapa wilayah di Indonesia menyerupai daerah-daerah yang ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan dimana sering terjadi kebakaran hutan atau ladang perkebunan yang sengaja di bakar oleh pemiliknya menyebabkan asap tebal menyelimuti jalan. Sama halnya dengan kabut, asap tersebut dapat menutup pandangan dan tidak dapat ditembus dengan sinar lampu sepeda motor. Dan asap memiliki dampak lebih buruk dibanding kabut, anda akan kesulitan bernafas dan mata menjadi perih.

Cahaya matahari di waktu fajar dan senja
Potensi ancaman lainnya yang datang dari alam dan kerap dialami pengendara sepeda motor yaitu silaunya cahaya matahari di waktu fajar dan senja. Di waktu-waktu tersebut sang surya menggantung rendah di cakrawala sehingga sinarnya tepat menerpa wajah dan mata anda ketika berkendara menuju arah timur di pagi hari atau barat di sore hari.
Silaunya sinar matahari sanggup membutakan anda sesaat sehingga kendaraan dari arah depan tidak terlihat atau ketika di jalan berbelok anda tidak cepat bereaksi dan mengambil lajur jalan yang salah karena memang tidak terlihat.

Sebagai pengendara yang safety, anda juga dapat menambahkan potensi-potensi ancaman lainnya yang mungkin kerap dijumpai selama berkendara dan belum tertera di buku ini.
Hal yang perlu anda siapkan yaitu bagaimana dan persiapan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi potensi-potensi ancaman tersebut biar tetap dapat berkendara dengan aman dan nyaman. Tambahan kelengkapan keselamatan pada sepeda motor dan alat pelindung diri tentu menjadi perhatian khusus dalam hal ini.