RISIKO DAN POTENSI BAHAYA SAAT BERKENDARA SEPEDA MOTOR


Kabut salah satu potensi ancaman yang datang dari alam
 Berkendara sepeda motor di beberapa negara maju menjadi sebuah aktivitas penyaluran hobi yang tentu menyenangkan. Saat berkendara sepeda motor anda dapat berinteraksi pribadi dengan lingkungan yang dilintasi menyerupai dinginnya udara pegunungan dan angin semilir yang menerpa wajah dan tubuh. Namun dibalik kenikmatan itu terdapat potensi-potensi ancaman yang ketika anda tidak siap menghadapinya akan menjadi bencana bagi anda dan orang lain sesama pengguna jalan.
Bagaimana dengan para pengendara sepeda motor di negeri kita ini yang notabene merupakan aktivitas rutin dan bisa anda temukan dimana saja, mulai dari kota-kota besar bahkan pelosok-pelosok pedesaan.
Di Indonesia dan beberapa negara sedang berkembang lainnya, sepeda motor merupakan alat transportasi utama bagi sebagian besar penduduknya. Sepeda motor bukan hanya sarana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain tetapi sudah menjadi urat nadi kehidupan rakyat.

Bagaimana dengan potensi-potensi ancaman yang ada dan selalu mengintip di sepanjang perjalanan para pengguna sepeda motor. Seberapa besar pengetahuan dan kesadaran para pengendara sepeda motor terhadap potensi-potensi ancaman tersebut.
Dan begitu anda mengetahui dan menyadari potensi-potensi ancaman tersebut akankah tetap menjadikan sepeda motor sebagai kendaraan harian atau anda berhenti mengendarai sepeda motor dan beralih ke alat transportasi lain yang dianggap lebih aman dibanding sepeda motor.

Begitu beresiko dan mudahnya seorang pengendara sepeda motor terlibat dalam kondisi yang berbahaya bagi dirinya dan pengguna jalan lainnya. Berangkat dari hal tersebut, penulis berharap anda dapat berusaha lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi-potensi ancaman tersebut dan menjadikannya sebagai peringatan yang selalu tertanam di benak anda biar selalu melaksanakan tindakan preventif untuk tidak terjadinya sebuah kecelakaan. Kecelakaan tidak akan terjadi begitu saja, tetapi kejadian yang tidak anda harapkan tersebut dapat terjadi berawal dari potensi-potensi ancaman yang anda abaikan sebelumnya.

Segala macam kondisi dan perilaku yang tidak sesuai dengan standar berkendara yang aman tergolong potensi ancaman yang harus segera disikapi. Seperti ketika anda berkendara dengan menggunakan sepeda motor yang tidak layak jalan atau anda berkendara dalam kondisi sakit, maka kedua kondisi dan keadaan itu merupakan kondisi yang tidak standar (sub standard condition) yang dapat berujung pada sebuah kecelakaan.

Berikut ini yaitu banyak sekali macam potensi ancaman ketika berkendara yang secara garis besar terbagi dalam empat bagian, yaitu yang bersumber dari diri pengendara sendiri, dari objek-objek bergerak di sekitar jalan, objek-objek tidak bergerak di sekitar jalan dan potensi ancaman yang datangnya dari alam.

Potensi Bahaya dari Diri Pengendara
Potensi ancaman dari diri pengendara yaitu kondisi tidak standar yang dimiliki si pengendara ketika berkendara sepeda motor. Data membuktikan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi lebih banyak disebabkan oleh kesalahan dari insan itu sendiri atau human error.
Di bawah ini yaitu potensi-potensi ancaman dari diri si pengendara tersebut.

Kurangnya keterampilan berkendara
Seorang pengendara yang kurang terampil dalam mengendarai sepeda motor dapat saja mengalami suatu kecelakaan meskipun sedang berkendara di jalan yang tidak terdapat pengguna jalan lainnya.
Pengendara pada tingkat ini tidak benar-benar menguasai sepeda motor yang sedang dikendarainya sehingga hal-hal kecil saja dapat membuatnya terlibat dalam sebuah kecelakaan. Pengendara yang kurang terampil akan berkendara dalam perasaan yang tidak yakin atau tidak percaya diri sehingga gerakan tubuh pengendara dan kendaraannya akan sulit dipahami oleh pengguna jalan lainnya.
Kurang terampilnya seseorang dalam mengendarai sepeda motor bisa disebabkan beberapa hal, menyerupai seseorang yang gres berguru mengendarai sepeda motor atau seseorang mengendarai sepeda motor dengan jenis yang berbeda dari yang biasa dikendarai, referensi seseorang yang biasa mengendarai sepeda motor standard dan tidak pernah menggunakan jenis lainnya tiba-tiba mengendarai sepeda motor jenis skutik (skuter otomatik) atau sebaliknya.

Kurangnya pengetahuan peraturan berlalu lintas
Seorang pengendara sepeda motor wajib mengetahui dan memahami peraturan-peraturan lalu lintas dan Undang-undang lalu lintas yang berlaku.
Segala macam rambu atau petunjuk lalu lintas dan jalan harus dikuasai termasuk jenis-jenis marka jalan yang tergambar di permukaan jalan.
Saat ini, di negara kita masih ada pengendara yang tidak memahami rambu-rambu dan petunjuk jalan. Seharusnya hal ini tidak terjadi, karena salah satu syarat seseorang dapat memiliki Surat Izin Mengemudi Kelas C yaitu mengerti rambu-rambu dan petunjuk jalan serta aturan-aturan lalu lintas dan angkutan jalan lainnya.
Pengendara yang telah memiliki SIM C tetapi tidak berusaha menambah ilmunya dengan perkembangan-perkembangan peraturan lalu lintas dan angkutan jalan juga termasuk jenis pengendara yang kurang pengetahuan berlalu lintasnya.

Emosi
Pengendara sepeda motor juga dituntut untuk dapat menahan emosi di sepanjang waktu dalam berkendara. Ketika seorang pengendara mudah terpancing emosinya maka sulit sekali untuk berkendara sesuai dengan standar keselamatan berkendara yang semestinya.
Tidak sedikit seorang pengendara terpancing untuk berkendara lebih cepat hanya karena didahului oleh pengguna jalan lainnya.
Berkendara sepeda motor bersama-sama suatu aktifitas yang dapat anda gunakan untuk melatih kesabaran dan disiplin dengan mengikuti seluruh aturan-aturan berlalu-lintas yang ada. Tanpa disiplin dan sabar, anda dengan mudah akan melaksanakan tindak pelanggaran, menyerupai melanggar marka jalan yang tidak terputus hanya untuk mendahului kendaraan lain yang bersama-sama tidak perlu anda lakukan.

Perilaku dan kebiasaan buruk
Banyak pengendara yang bersama-sama memiliki keterampilan berkendara yang baik dan mengetahui dengan baik peraturan-peraturan lalu lintas dan angkutan jalan, tetapi sering melaksanakan pelanggaran-pelanggaran dalam berkendara.
Di sini sangat diharapkan sikap tegas dari petugas untuk menindak dan memperlihatkan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku. Jika perilaku dan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dibiarkan, maka si pengendara yang bersangkutan tidak merasa bahwa yang dilakukannya yaitu suatu pelanggaran. Contoh yang sering kita jumpai yaitu para pengendara sepeda motor yang tidak berhenti di belakang garis pembatas ketika lampu merah aktif di traffic light atau berhenti di sebelah kiri ruas jalan sehingga menghalangi pengguna jalan lainnya yang mungkin diperbolehkan untuk terus berjalan bila berbelok ke kiri.
Juga hal-hal lainnya menyerupai berkendara melebihi batas kecepatan yang ditetapkan, mendahului kendaraan lain di tempat-tempat yang dilarang. Dan masih banyak lagi perilaku dan kebiasaan-kebiasaan buruk pengendara sepeda motor yang bersama-sama sangat tidak pantas dilakukan dan dapat memicu terjadinya kecelakaan.

Potensi Bahaya Bergerak
Potensi-potensi ancaman yang bergerak atau moving hazards adalah semua objek bergerak yang ada di jalan maupun sekitarnya dan memiliki potensi untuk menyebabkan bahaya.

Kendaraan lainnya
Selain anda sebagai pengendara sepeda motor tentu banyak kendaraan lainnya yang juga menggunakan jalan yang sama. Kendaraan lainnya bisa menjadi potensi ancaman bagi anda ketika berkendara, apalagi bila dikendarai atau dikemudikan oleh seseorang yang memiliki keterampilan berkendara atau mengemudi yang belum cukup baik untuk beroperasi di jalan raya. Atau faktor lain dimana pengendara atau pengemudi berkendara atau mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan.
Jika pengguna kendaraan lainnya dalam kondisi menyerupai di atas, hal ini akan sangat berbahaya bagi anda walaupun anda sudah berkendara dengan sangat hati-hati dan seaman mungkin. Anda harus menyadari, bahwa perilaku dan cara berkendara aman yang anda lakukan belum tentu diikuti oleh pengendara dan pengemudi kendaraan lainnya.

Hal lain yang berpotensi menyebabkan ancaman dari pengendara dan pengemudi lainnya yaitu penggunaan lampu utama yang menyorot tinggi di malam hari. Seharusnya lampu ini diarahkan ke bawah atau jarak dekat ketika berpapasan dengan pengguna jalan lainnya.  Sinar lampu tersebut sangat menyilaukan pandangan dan mengganggu sehingga orang lain menjadi tidak bisa melihat dengan baik bahkan tidak dapat melihat sama sekali ke arah depan.
Kendaraan lainnya yang menjadi potensi ancaman bergerak menyerupai mobil, sepeda motor lain, truk, trailer, bus, kereta api, sepeda kayuh, gerobak, dan lainnya.

Pejalan kaki
Pejalan kaki yaitu episode yang paling rentan untuk menjadi korban dari seluruh subyek pengguna jalan. Benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan cedera pada pejalan kaki karena memang tidak terlindung oleh apapun.
Namun pejalan kaki juga dapat menjadi penyebab timbulnya kecelakaan di jalan raya. Pejalan kaki yang tidak menyeberang pada tempatnya atau berjalan di tubuh jalan walaupun sudah tersedia tempat penyeberangan khusus dan trotoar untuk mereka gunakan.
Pada hari dan waktu tertentu anda harus memperhatikan kondisi jalan yang akan dilintasi. Misalnya pada hari Jum’at siang di jalan-jalan di sekitar masjid akan dipadati oleh pejalan kaki yang gres selesai beribadah. Begitu juga di hari Minggu pagi atau sore di jalan-jalan sekitar gereja.
Pada hari kerja pada waktu-waktu masuk dan pulang sekolah juga perlu mendapat perhatian.
Kumpulan massa menyerupai demonstrasi atau suporter sepak bola sebaiknya dihindari untuk lebih amannya perjalanan anda.
Selain orang yang berjalan kaki di jalan terdapat pula potensi ancaman lain yang datang dari manusia, menyerupai belum dewasa yang sedang bermain layang-layang di pinggir jalan. Dimana belum dewasa yang mengejar layang-layang sering lupa diri dan mengabaikan kendaraan yang sedang melintas di jalan. Selain itu benang layang-layang yang melintang di tengah jalan juga sering memakan korban dari para pengendara sepeda motor.
Dan bila anda melintasi lapangan atau tempat-tempat yang kerap digunakan sekelompok orang untuk bermain sepak bola, waspadalah akan bola yang terkadang menggelinding bahkan melayang ke jalan.

Penumpang atau pembonceng
Penumpang atau pembonceng sepeda motor yang belum memahami prosedur membonceng yang benar akan menjadi potensi ancaman tersendiri bagi anda. Penumpang menyerupai ini akan mengganggu kestabilan dan keseimbangan sepeda motor, bahkan motor menjadi berat dan tidak nyaman dikendarai.
Anak-anak yang kakinya belum dapat berpijak dengan tepat pada tempat pijakan kaki (foot step) pembonceng seharusnya tidak bergabung dalam perjalanan anda dengan sepeda motor. Penumpang yang tidak tepat berpijak pada foot step akan mengganggu keseimbangan sepeda motor. Begitu pula seorang pembonceng yang selalu bergerak dan tidak dapat diatur akan sangat mengganggu dan dapat berakibat fatal.
Saat berkendara, anda juga harus waspada terhadap jenis pembonceng yang gampang kaget atau selalu kuatir dan ketakutan ketika berkendara di tengah-tengah lalu lintas. Bersiaplah untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang tidak terduga.

Hewan
Hewan ternak maupun liar dapat menjadi potensi ancaman yang juga harus diwaspadai oleh setiap pengendara sepeda motor. Bahkan di beberapa kawasan di Indonesia hewan-hewan ternak bebas berkeliaran dan melintas di jalan. Tidak jarang pengendara sepeda motor alhasil terjatuh dan mendapat cidera berat akhir menabrak kambing, babi, kucing, ayam dan hewan-hewan peliharaan lainnya. Dan di beberapa kawasan yang masih terdapat hutan yang dilintasi jalan raya, hewan-hewan liar menyerupai kijang, kucing hutan, ular dan lainnya juga kerap melintas atau muncul di tengah jalan.
Serangga juga merupakan hewan yang harus anda waspadai. Lebah dapat menyerang  pengendara ketika berkendara. Begitu juga di malam hari, serangan laron yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan dapat mengganggu konsentrasi berkendara.

Potensi Bahaya Tidak Bergerak
Di samping potensi-potensi ancaman bergerak terdapat pula potensi-potensi ancaman dari objek-objek yang tidak bergerak di sekitar kita. Bahkan sering sekali pengendara terjebak untuk menghadapi potensi ancaman jenis ini. Objek yang tidak bergerak terkadang tidak dapat terlihat dengan terperinci ketika anda sedang berkendara.

Lubang di jalan
Sepeda motor yang berjalan hanya dengan dua roda sangat mudah terpengaruh keseimbangannya oleh gangguan-gangguan di permukaan jalan. Lubang yang terdapat di permukaan jalan dapat menjadi malapetaka bagi seorang pengendara. Sepeda motor yang tidak sempat menghindar, alhasil terperosok ke dalam lubang dan jatuh. Dan dapat diperparah dengan benturan susulan ke objek lain atau kendaraan lain yang sedang melintas.

Badan jalan turun atau naik
Rusaknya tubuh jalan dengan kondisi menurun atau menaik biasanya disebabkan oleh kondisi tanah yang labil atau akhir dari musibah menyerupai gempa.
Kendaraan yang sedang melintasi jalan tersebut akan tiba-tiba melayang di atas permukaan jalan akhir ketinggian tubuh jalan yang berbeda. Kondisi melayang inilah yang sering tidak dapat diantisipasi oleh pengendara sehingga ketika roda sepeda motor kembali menyentuh permukaan jalan sepeda motor menjadi oleng dan pengendara gagal dalam menstabilkannya dan ber-akhir pada sebuah kece-lakaan.

Portal
Portal yang melintang di terusan perumahan maupun komplek perkantoran yang dibuat tidak memenuhi syarat juga bisa menjadi potensi bahaya. Seperti portal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, bahkan ada portal yang tidak diberi warna identifikasi yang seharusnya, sehingga pengendara yang melintas tidak dapat melihat portal tersebut dengan jelas.

Papan reklame
Papan reklame, baliho atau spanduk-spanduk yang terbentang di pinggir jalan juga merupakan potensi bahaya. Ukuran yang besar dengan gambar-gambar yang menarik perhatian dapat mengganggu konsentrasi pengendara ketika berkendara.
Tiang listrik, rambu petunjuk jalan dan lalu lintas
Tiang listrik, rambu petunjuk jalan dan rambu lalu lintas seharusnya menjadi alat bantu para pengendara di jalan raya. Namun ada kalanya tiang-tiang tersebut menjadi potensi ancaman dan bahkan menyebabkan korban karena letaknya yang tidak wajar. Letak yang tidak wajar ini bisa jadi terletak di tengah-tengah trotoar yang mengganggu pejalan kaki, sehingga membuat pejalan kaki turun ke tubuh jalan ketika melintasinya. Atau karena sudah dilakukan pelebaran jalan dan alhasil posisi tiang-tiang tersebut berdiri tegak di tubuh jalan dan diperparah lagi pihak-pihak atau instansi pemerintah yang seharusnya memperbaiki atau memindahkanya tidak cepat bertindak sebelum timbulnya korban jiwa.

Pohon
Pohon-pohon yang berada di tepi jalan sangat membantu dalam menyejukan suasana jalan yang panas di siang hari. Dari sudut keindahan juga sangat mendukung dengan hijau daun yang meneduhkan. Tapi terkadang pohon-pohon menjadi tidak terawat sampai dahan-dahan dan daun-daunnya menutup rambu lalu lintas yang berada di dekatnya.
Ketika sebuah rambu menyerupai petunjuk satu arah, larangan belok atau yang lainnya dan kondisinya tidak terlihat karena tertutup rimbunnya daun pohon akan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Polisi tidur
Ketika melintas di komplek perumahan atau perkantoran anda akan sangat bersahabat dengan eksistensi polisi tidur. Fungsi utama dari alat bantu lalu lintas ini untuk memperlambat kecepatan kendaraan ketika melintas di daerah-daerah tersebut. Namun tidak sedikit dari polisi tidur tersebut tidak dirancang dan dibuat dengan benar, sehingga membentur episode bawah kendaraan kesayangan anda. Lebih parah lagi, beberapa polisi tidur tidak diberi warna khusus (hitam dan putih) dan dibiarkan berwarna menyerupai warna jalan yang ada, sehingga pengendara tidak dapat melihat dengan terperinci di malam hari.

Kendaraan sedang parkir
Mobil, sepeda motor, gerobak, becak serta kendaraan besar menyerupai bis dan truk, terkadang diparkir di lokasi-lokasi yang tidak seharusnya. Diperparah dengan warna yang gelap dan anda berkendara di malam hari dengan lampu penerangan di tepi jalan yang kurang terang, bisa saja anda membentur kendaraan yang sedang diparkir tersebut.

Jalan menikung
Ketika anda melintas di jalan menikung, terkadang kendaraan yang datang dari depan tidak terlihat karena terhalang bangunan atau benda-benda yang ada di tepi jalan sehingga jarak dan bidang pandang menjadi terbatas.
Dan ketika sebuah kendaraan melintasi tikungan, terdapat suatu gaya yang membuat kendaraan terdorong keluar tikungan. Gaya dorong inilah yang kerap membuat setiap kendaraan melam-bung atau melebar keluar dari lajur yang semestinya dan mengambil jalan kendaraan dari depan atau keluar dari tubuh jalan. Semakin laju kendaraan yang bergerak di tikungan semakin besar gaya dorong yang timbul dan semakin kecil sudut tikungan, semakin besar pula gaya dorong yang diterima kendaraan. Jalan menikung yang tidak dirancang dengan kemi-ringan yang tepat juga merupakan potensi ba-haya.

Jalan curam mendaki atau menurun
Tanjakan dan turunan yang curam juga merupakan potensi bahaya. Dimana seorang pengendara yang kurang terampil dalam berkendara dapat terjungkal atau nyelonong ketika melintasinya. Kondisi sepeda motor, muatan dan pembonceng juga turut menentukan tingkat resiko dalam kasus ini.

Jalan licin
Jalan licin dapat disebabkan pasir, air, kerikil kerikil, bahkan minyak atau oli yang terdapat di permukaannya.
Kondisi permukaan jalan menyerupai ini memiliki potensi ancaman yang tinggi dan kerap membuat pengendara dan sepeda motornya kehilangan kontrol atau terjatuh.
Saat anda berkendara dengan sepeda motor, setiap perbedaan warna pada permukaan jalan harus mendapat perhatian khusus dan berusahalah menghindarinya.

Potensi Bahaya dari Alam
Potensi-potensi ancaman dari alam yaitu potensi ancaman yang kerap tidak dapat diprediksi oleh pengendara maupun pengguna jalan lainnya. Bahkan di tahun-tahun terakhir Indonesia banyak mengalami bencana-bencana alam, mulai dari angin puting beliung, curah hujan yang tinggi, tanah longsor bahkan gempa bumi dan tsunami.
Berikut yaitu potensi-potensi yang datangnya dari alam yang sering dijumpai para pengendara.

Angin kencang
Angin kencang sangat besar lengan berkuasa pada kestabilan dan keseimbangan pengendara dan sepeda motornya. Terutama bagi pengendara yang menggunakan sepeda motor berukuran kecil menyerupai sepeda motor belibis (moped) dan skutik (skuter matik). Sepeda motor yang memiliki ukuran relatif lebih kecil ini dapat keluar dari jalur jalannya atau oleng dan terjatuh ketika angin puting-beliung menerpa.
Bahaya lain yaitu potensi ancaman dari benda-benda yang ada di sekitar jalan yang tertiup angin kencang. Papan reklame, umbul-umbul dan pohon-pohon mungkin tumbang dan mengarah ke jalan sehingga memblokir atau menimpa siapa saja yang berada di jalan.

Hujan
Ketika jalan dibasahi air hujan, permukaan jalan menjadi licin dan daya cengkeram ban sepeda motor menjadi berkurang. Selain itu, pandangan pengendara akan berkurang karena terhalang oleh air hujan. Ditambah lagi bila pengguna sepeda motor tidak mempersiapkan diri dengan jas hujan, tubuh yang lembap oleh air hujan dan terhembus angin akan sangat mudah membuat pengendara masuk angin, kedinginan dan jatuh sakit.

Banjir
Bagaimanapun hapalnya anda dengan jalan yang kerap dilintasi, ketika banjir maka anda sama halnya dengan pengguna jalan lain yang gres melintasi jalan tersebut. Segala bentuk permukaan jalan akan tertutup rata oleh air dan anda tidak dapat melihat dengan terperinci dan memastikan bagaimana keadaan permukaan jalan yang ada di bawah.
Banjir setinggi area mesin dimana terdapat busi tentu akan sangat besar lengan berkuasa pada kerja mesin dan bila anda memaksa untuk melintasi genangan air bersiaplah bila tiba-tiba sepeda motor menjadi mogok. Dan derasnya arus air juga sangat mensugesti keseimbangan sepeda motor.

Gelap malam
Bagaimanapun insan bukan mahluk malam, sehingga pada umumnya kemampuan fisik kita akan berkurang ketika berkendara di malam hari. Jarak pandang anda tentu akan lebih baik di siang hari. Di malam hari jangkauan penerangan sepeda motor dan penerangan jalan yang tersedia sangat berpengaruh. Lubang dan rintangan-rintangan yang terdapat di jalan dapat anda lihat ketika sepeda motor sudah cukup dekat. Kondisi malam makin diperparah dengan kurang bijaksananya pengendara atau pengemudi yang datang dari arah depan menggunakan lampu utama pada posisi tinggi, anda akan kesulitan untuk memantau kondisi di depan karena silaunya cahaya lampu tersebut.

Kabut dan asap
Saat berkendara sepeda motor terkadang anda harus berhadapan dengan kabut yang menyelimuti jalan dan sekitarnya. Kabut yang tipis mungkin masih dapat anda atasi dengan lampu jauh tetapi bila kabut semakin tebal, sinar lampu yang tersedia tidak akan bisa menembus dan akan sangat berbahaya anda tetap melanjutkan perjalanan. Daerah-daerah yang terletak di ketinggian sangat berpotensi dengan munculnya kabut di pagi dan sore hari.
Untuk beberapa wilayah di Indonesia menyerupai daerah-daerah yang ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan dimana sering terjadi kebakaran hutan atau ladang perkebunan yang sengaja di bakar oleh pemiliknya menyebabkan asap tebal menyelimuti jalan. Sama halnya dengan kabut, asap tersebut dapat menutup pandangan dan tidak dapat ditembus dengan sinar lampu sepeda motor. Dan asap memiliki dampak lebih buruk dibanding kabut, anda akan kesulitan bernafas dan mata menjadi perih.

Cahaya matahari di waktu fajar dan senja
Potensi ancaman lainnya yang datang dari alam dan kerap dialami pengendara sepeda motor yaitu silaunya cahaya matahari di waktu fajar dan senja. Di waktu-waktu tersebut sang surya menggantung rendah di cakrawala sehingga sinarnya tepat menerpa wajah dan mata anda ketika berkendara menuju arah timur di pagi hari atau barat di sore hari.
Silaunya sinar matahari sanggup membutakan anda sesaat sehingga kendaraan dari arah depan tidak terlihat atau ketika di jalan berbelok anda tidak cepat bereaksi dan mengambil lajur jalan yang salah karena memang tidak terlihat.

Sebagai pengendara yang safety, anda juga dapat menambahkan potensi-potensi ancaman lainnya yang mungkin kerap dijumpai selama berkendara dan belum tertera di buku ini.
Hal yang perlu anda siapkan yaitu bagaimana dan persiapan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi potensi-potensi ancaman tersebut biar tetap dapat berkendara dengan aman dan nyaman. Tambahan kelengkapan keselamatan pada sepeda motor dan alat pelindung diri tentu menjadi perhatian khusus dalam hal ini.