PERSIAPAN BERKENDARA - BAGIAN SATU


Pre-ride inspection
Tidak sedikit orang mengendarai sepeda motor dengan tidak didahului persiapan yang cukup. Sehingga kerap kita jumpai para pengendara tersebut harus mengalami gangguan-gangguan mulai dari yang kecil ibarat kehabisan materi bakar hingga sesuatu yang mengancam jiwanya, berupa sebuah kecelakaan.

Persiapan sebelum berkendara ialah episode terpenting dari berkendara sepeda motor itu sendiri. Persiapan yang baik akan menghasilkan suatu perjalanan yang aman dan menyenangkan hingga tiba di tempat tujuan. Begitu pula jikalau berkendara tanpa persiapan yang memadai, mungkin saja anda dapat mencapai tujuan tanpa sebuah kecelakaan atau gangguan besar lainnya, namun perjalanan dapat menjadi tidak nik-mat dan sangat melelahkan.
Di sini, persiapan sebelum berkendara terbagi pada dua hal, yaitu persiapan pada sepeda motor sebagai kendaraan dan persiapan pada pengendara dan pembonceng sebagai orang yang menggunakan kendaraan atau sepeda motor.


Persiapan Sepeda Motor
Seperti disampaikan sebelumnya, terdapat beberapa jenis sepeda motor yang secara tehnik memiliki perbedaan. Namun perbedaan-berbedaan tersebut tidak menjadi halangan bagi anda untuk memulai bagaimana seharusnya menyiapkan sebuah sepeda motor sebelum anda kendarai, karena pada dasarnya semua jenis sepeda motor memiliki peralatan dan perlengkapan yang sama atau tidak jauh berbeda. Perbedaan spesifik mampu anda atasi dengan dukungan buku manual yang selalu disertakan pada sebuah sepeda motor ketika anda membelinya.

Mempersiapkan sepeda motor tidaklah memakan waktu banyak, cukup dengan lima hingga sepuluh menit anda sudah dapat menyiapkan sepeda motor dengan baik untuk sebuah perjalanan rutin.
Berikut anutan yang dapat anda gunakan untuk mempersiapkan sepeda motor anda, yaitu sebagai berikut:

Memanaskan mesin
Kadang anda mendapati mesin sepeda motor berhenti dengan sendirinya ketika anda berjalan pelan atau laju kendaraan menjadi tersendat-sendat. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi mesin yang masih dingin, sehingga sepeda motor anda belum berada pada kondisi ideal dalam hal pembakaran yang berafiliasi dengan materi bakar, oksigen dan panas.
Pemanasan mesin sepeda motor mampu anda lakukan dengan beberapa langkah berikut ini, yaitu:
·     Jika sepeda motor anda jenis matik, posisikan kendaraan anda lebih dulu dengan menggunakan standar tengah.
·      Arahkan kunci motor yang sudah tertanam pada lubang kunci pada posisi OFF.
·      Engkol kick stater (engkol kaki) antara tujuh hingga sepuluh kali. Umumnya sepeda motor di Indonesia menggunakan kick stater. Untuk sepeda motor yang tidak dilengkapi akomodasi ini, anda mampu mengarahkan kunci pada posisi ON, lalu start dengan electric stater tapi sekedarnya saja dan tidak hingga mesin benar-benar hidup. Lakukan sebanyak lima kali. Hal ini akan membuatkan oli yang berada di dalam mesin merata melapisi episode dalam mesin, sehingga ketika mesin dioperasikan sesungguhnaya dengan putaran tinggi, ukiran antara logam dengan logam dapat terhindarkan.
·      Arahkan kunci pada posisi ON, lalu buka penuh tuas CHOKE. Hidupkan mesin dan ketika hidup segera posisikan tuas choke pada setengah terbuka atau tertutup.
·      Biarkan mesin hidup selama dua hingga tiga menit dalam keadaan setengah choke tersebut. Dengan posisi choke ibarat ini akan memperlihatkan pasokan materi bakar yang lebih dari biasanya, hal ini diharapkan untuk mempertahankan pembakaran tetap terjadi meskipun panas belum mencapai suhu ideal.
·      Setelah tiga menit, anda dapat menutup penuh choke dan mesin siap untuk melaksanakan perjalanan sepeda motor.

Bahan bakar dan oli mesin
Periksa materi bakar dan pastikan cukup untuk perjalanan anda nantinya atau hingga pada stasiun pengisian bensin terdekat. Selain melihat pada indikator level volume materi bakar, anda juga dapat memeriksa pribadi dengan melihat ke tanki materi bakar dengan terlebih dahulu membuka tutupnya. Hal ini sangat perlu dilakukan karena mungkin saja petunjuk atau indikator volume materi bakar tidak bekerja semestinya, apa lagi jikalau sepeda motor anda memang tidak dilengkapi dengan petunjuk atau indikator tersebut.
Perisksa juga level oli mesin, pastikan permukaan oli berada di antara garis minimum dan maksimum. Jika berada di bawah minimum segera tambahkan sebelum mesin sepeda motor diope-rasikan, dan jikalau melebihi maksimum anda mampu kurangi. Oli mesin yang berlebihan akan mengakibatkan tekanan berlebihan di dalam mesin. Jika anda menggunakan sepeda motor bermesin dua langkah, pastikan pula oli samping anda cukup.

Kelistrikan dan lampu-lampu
Saat melaksanakan pemanasan mesin, anda juga mampu mengaktifkan lampu-lampu penerangan dan indikator ibarat lampu belok dan lampu rem. Pastikan lampu-lampu tersebut memancarkan cahaya yang jelas atau tidak redup serta sesuai dengan warna yang seharusnya, yaitu merah untuk lampu rem dan kuning utuk lampu sein. Jangan lupa mengaktifkan klakson secukupnya untuk memastikan dalam kondisi baik. Perhatikan juga ketinggian air aki dan kekencangan baut conector kabelnya. Sekaligus anda mampu memperhatikaan dan meme-riksa kondisi persambungan-persam-bungan kabel.

Rantai dan gear
Periksa kondisi rantai, jikalau terlalu kering anda mampu memperlihatkan cairan khusus untuk rantai atau dengan oli yang baru. Sesuaikan kondisi keken-cangan rantai (lihat buku manual). Penutup atau pelindung rantai juga perlu diperiksa dan pastikan berfungsi dengan baik.
Pada gear depan dan belakang periksa apakah baut penahan gear pada velg tidak kendur serta mata gear tidak aus.

Roda
Roda sepeda motor terdiri dari beberapa bagian, ibarat velg dan ban. Pada velg, terdapat dua jenis, yaitu konvensional atau jari-jari dan cast wheel dengan palang tiga atau lebih. Pada velg jari-jari anda perlu memeriksa kekencangan dudukan jari-jarinya dan pastikan tidak ada yang patah. Untuk jenis cast wheel pastikan kondisinya tidak retak. Baik jenis jari-jari maupun cast wheel anda harus memastikan putaran roda tetap lurus dan tidak tertahan.
Ban wajib diperiksa juga, mulai dari ketebalan ban harus cukup. Ban yang terlalu tipis menyebabkan cengkeraman jauh berkurang karena kembangan pada permukaan ban akan menjadi dangkal bahkan hilang.
Tekanan udara pastikan sesuai rekomendasi pabrik. Tekanan yang kurang akan menyebabkan tingkat keausan lebih tinggi pada permukaan ban di episode tepi. Selain itu juga kestabilan sepeda motor menjadi berkurang serta konsumsi materi bakar akan lebih besar. Tekanan udara yang berlebihan akan menyebabkan tingkat keausan lebih tinggi pada episode tengah permukaan ban dan daya cengkeraman ban jadi berkurang karena hanya pada episode tersebut yang berada pada permukaan jalan. Tekanan udara berlebihan juga menyebabkan guncangan pada sepeda motor menjadi lebih besar karena kondisi ban yang terlalu keras dan kurang menyerap benturan ketika melintas di permukaan jalan tidak rata.

Rangka dan body
Anda juga perlu memeriksa kondisi rangka dan body sepeda motor. Pastikan rangka tetap presisi sebelum digunakan. Jika tidak, maka jalannya sepeda motor akan tidak seimbang dan ini sangat berisiko dan tidak nyaman. Body yang terdiri dari tangki, jok dan bagian-bagian cover perlu mendapat perhatian khusus termasuk juga seluruh baut-baut yang ada pada sepeda motor. Pastikan seluruhnya terpasang dengan berpengaruh di tempatnya dengan baut-baut terpasang ketat.

Rem
Duduklah di atas sepeda motor, lalu dorong ke depan dengan kaki kiri dan hentikan gerakan sepeda motor dengan menginjak pedal rem dengan kaki kanan. Jika dirasa terlalu dalam atau terlalu dangkal pedal rem belakang, anda mampu mengaturnya kembali. Dorong kembali sepeda motor ke depan lalu coba hentikan dengan menarik jari-jari ajun anda pada tuas rem. Pada beberapa sepeda motor anda dapat mengatur kekuatan dan kelembutan tuas rem tersebut. Perhatikan pula level minyak rem yang tersedia, apakah dalam jumlah yang semestinya.
Atur ketinggian tuas rem dan tuas kopling (sepeda motor manual) sesuai jangkauan jari-jari tangan anda. Atur kembali jikalau dirasa kurang nyaman hingga anda menerima posisi yang terbaik dan nyaman.

Spion
Tetap duduk di atas sepeda motor sebagaimana posisi berkendara dan atur beling spion sambil coba memantau episode belakang anda melaluinya. Aturlah kedua beling spion anda bergantian untuk menerima bidang pandang terbaik pada episode belakang sepeda motor. Jangan pernah menggunakan hanya satu beling spion, hal ini hanya menyebabkan kawasan yang tidak terlihat atau blind spot menjadi semakin luas.

Surat Tanda Nomor Kendaraan
Hal terakhir yang harus anda persiapkan pada sepeda motor ialah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Tanpa STNK yang sesuai dengan sepeda motor yang anda gunakan jangan sekali-kali memulai berkendara, hal ini merupakan pelanggaran hukum.
Pastikan STNK anda tidak kadaluarsa dan selalu diperbarui setiap tahun dengan membayar pajak kendaraan.

Jika keseluruhan persiapan pada sepeda motor ini telah anda lakukan dan jikalau dijumpai kondisi yang tidak layak atau rusak, maka janganlah mengendarai sepeda motor tersebut dan gunakan sepeda motor lain yang benar-benar baik kondisinya atau pikirkan alternatif kendaraan lainnya. Jangan sekali-kali memaksakan berkendara dengan sepeda motor dalam keadaan tidak layak jalan, karena keselamatan anda dalam berkendara juga tergantung dari kesiapan sepeda motor anda.

Persiapan berikutnya ialah persiapan yang harus dipenuhi bagi pengendara pada dirinya sendiri dan penumpang yang dibonceng termasuk Safety Riding Gear. Silahkan baca di PERSIAPAN BERKENDARA - BAGIAN 2.