PERSIAPAN BERKENDARA - BAGIAN DUA

Safety Riding Gear
Pada PERSIAPAN BERKENDARA - BAGIAN 1 anda telah mengetahui bagaimana seharusnya seorang pengendara sepeda motor mempersiapkan motornya untuk sebuah perjalanan yang dibutuhkan dapat menawarkan kondisi dan suasana perjalanan yang aman, lancar dan nyaman. Namun sesiap apapun sepeda motor anda tanpa didukung kondisi pengendara yang baik tentu dapat melahirkan sebuah perjalanan yang dapat berujung pada ketidaknyamanan dan bahkan sebuah kecelakaan.


Persiapan Pengendara dan Penumpang
Apa saja yang perlu anda persiapkan pada diri anda dan juga penumpang sebelum mengendarai sepeda motor kesayangan anda. Persiapan di sini yakni persiapan untuk berkendara harian dengan kecepatan normal sekitar 40 km/jam. Persiapan berikut merupakan standar minimum yang berarti anda dapat meningkatkannya dengan menggunakan perlengkapan yang lebih baik kualitasnya untuk mendapatkan tingkat perlidungan yang lebih tinggi, namun anda tidak dapat mengurangi sampai berada di bawah syarat standar minimum tersebut.
Persiapan dan perlengkapan pelindung bagi penumpang atau pembonceng minimal haruslah sama dengan pengendara. Persiapan dan perlengkapan yang lebih rendah bagi penumpang dibanding pengendara yakni pendapat yang salah, karena pada ketika terjadinya kecelakaan tidak ada jaminan pembonceng akan mendapatkan cidera lebih ringan, bahkan tidak jarang malah sebaliknya.

Saat anda berkendara tidak ada jaminan perjalanan anda akan benar-benar terhindar dari suatu kecelakaan. Saat anda berkendara dengan sangat hati-hati sekalipun, jaminan keselamatan tidak mampu anda peroleh seratus persen, karena pengguna jalan lainnya belum tentu berkendara dan mengemudi dengan memenuhi aspek keselamatan untuk dirinya dan orang lain.
Penggunaan Perlengkapan Keselamatan Berkendara atau  Safety Riding Gear yang di lingkup keselamatan umum dikenal dengan nama Alat Pelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment (PPE) bukanlah untuk mencegah terjadinya kecelakaan, tetapi lebih sebagai tindakan antisipasi untuk melindungi atau meminimalkan cidera yang akan diderita pengendara dan pembonceng sepeda motor ketika terjadi kecelakaan.

Berikut ini yakni persiapan yang harus anda lakukan sebagai pengendara dan juga bagi seseorang yang akan membonceng di sepeda motor.

Kesehatan
Hal pertama yang harus anda siapkan yakni kondisi badan pengendara. Pastikan anda tidak dalam kondisi sakit atau dalam masa penyembuhan dan sedang mengkonsumsi obat.
Anda juga harus dalam kondisi benar-benar sehat dengan istirahat atau tidur yang cukup sebelumnya biar ketika berkendara anda tidak mengantuk.
Kesehatan rohani juga harus diperhatikan. Pengendara yang mengalami stress akhir pekerjaan atau dalam kondisi tertekan oleh sebab-sebab yang lain tidak direkomendasikan untuk mengendarai sepeda motor. Kondisi rohani ibarat ini akan menjadikan perilaku berkendara yang kurang dalam aspek keselamatan, ibarat kebiasaan bengong sambil berkendara.
Sehat jasmani dan rohani yakni syarat mutlak yang harus penuhi seorang pengendara.

Helm
Gunakan helm jenis open-face atau model tiga perempat
(three quarter helmet) yang memang dirancang khusus untuk berkendara dengan sepeda motor. Untuk mendapatkan pertolongan terbaik anda dapat menggunakan helm full-face. Pemerintah Indonesia telah memiliki standarisasi sendiri untuk helm yang diperkenankan bagi pengguna sepeda motor di negeri ini, yaitu helm dengan standar SNI 1811-2007.
Saat berkendara di malam hari, pastikan adegan pelindung wajah atau face shield berwarna bening 100 persen untuk mendapatkan jarak pandang yang maksimal.

Untuk helm, akan dijelaskan lebih rinci secara terpisah pada adegan lain dalam blog ini.

Celana
Gunakanlah celana panjang dengan materi yang berpengaruh dan lebih tebal. Untuk berkendara harian minimal anda mengenakan celana panjang berbahan dasar denim atau jeans. Tidak direkomendasikan berkendara dengan menggunakan celana pendek, karena sebagian besar kulit kaki anda akan tidak terlindung sama sekali. Anda dapat terluka meskipun karena benturan yang ringan. Penggunaan celana khusus untuk pengendara sepeda motor yang sudah dilengkapi pelindung sangat direkomendasikan.

Jaket
Kenakanlah jaket selama berkendara yang bukan hanya melindungi dari terik sinar matahari tapi juga melin-dungi dan meminimalkan cidera ketika terjadi kecelakaan. Sama halnya dengan celana, materi denim atau jeans menjadi rekomendasi minimal. Bahan kulit memiliki pertolongan lebih baik dan juga dapat menyerap panas dengan lebih baik kalau terjadi ukiran dengan permukaan jalan. Saat ini sudah mudah didapatkan jaket khusus untuk pengguna sepeda motor yang dilengkapi dengan protector pada beberapa adegan badan yang rawan cidera ketika kecelakaan.

Sarung tangan
Sarung tangan khusus untuk pengguna sepeda motor yakni yang menutup mulai dari pergelangan sampai ujung seluruh jari tangan. Bentuk sarung tangan yang hanya menutup telapak dan punggung tangan tidak menawarkan pertolongan pada adegan jari-jari tangan ketika terjadi kecelakaan.
Sarung tangan dengan material kulit memiliki pertolongan dan kelenturan yang baik, bahkan sekarang banyak tersedia yang dilengkapi dengan protector pada bagian-bagian jari dan tangan yang rawan cidera ketika kecelakaan.
Pastikan ukuran sarung tangan sesuai dengan tangan anda dan nyaman serta tidak mengganggu pergerakan dan cengkeraman pada grip serta tuas rem dan kopling.

Sepatu
Gunakanlah sepatu yang menutup seluruh adegan kaki sampai mata kaki. Hindari penggunaan sepatu yang menggunakan tali sepatu karena tali tersebut dapat tersangkut pada pedal rem atau gear shift. Sepatu dengan hak tinggi tidak disarankan untuk pengendara sepeda motor karena akan mengganggu kerja kaki pada pedal rem dan gear shift, kecuali jenis sepeda motor yang digunakan yakni matik. Sandal atau sepatu sandal tidak direkomendasikan untuk berken-dara sepeda motor karena ku-rangnya pertolongan pada kaki.

Jas hujan
Saat berkendara terkadang anda tidak dapat memprediksi perubahan cuaca dan harus berhadapan deng-an hujan. Hindari penggu-naan jas hujan model keru-dung yang biasa digunakan pejalan kaki. Jenis ini akan berkibar-kibar dan dapat mengganggu keseimbangan. Bagian yang berkibar juga dapat tersangkut pada rantai dan gear roda belakang sehingga mengunci pergerakannya dan membuat sepeda motor dan pengendara terjatuh.
Jas hujan sepeda motor yakni jenis yang terdiri dari adegan atas ibarat baju lengan panjang dan adegan bawah layaknya celana panjang.

Surat Ijin Mengemudi Kelas C
Memiliki ketrampilan berkendara sepeda motor tidak berarti anda sudah dapat berkendara di jalan raya. Sebagai warga negera dari sebuah negara hukum anda wajib memiliki Surat Ijin Mengemudi Kelas C (SIM C) yang dikeluarkan oleh Kepolisian Republik Indonesia sebagai legalitas anda berkendara sepeda motor di jalan raya.
Pastikan SIM C anda tidak tertinggal dan tidak habis masa berlakunya sebelum mengendarai sepeda motor anda.

Persiapan pelengkap bagi pengendara
Selain persiapan-persiapan bagi pengendara ibarat dijelaskan sebelumnya, anda juga dapat menambahkan safety riding gear tambahan untuk pertim-bangan kenyamanan, keselamatan maupun kesehatan.
Perlengkapan pelengkap yang biasa digunakan pengendara dan pembonceng sepeda motor antara lain adalah:
·      Masker atau pelindung verbal dan hidung yang berfungsi menyaring udara sebelum anda hirup ke dalam sistem pernafasan.
·      Sun glasess atau beling mata hitam yang berfungsi melindungi mata kita dari cahaya berlebih ketika kita berkendara di siang hari.
·      Chest protector atau sebuah pelindung badan berbentuk rompi yang fungsi utamanya untuk melindungi dada dari hembusan angin ketika berkendara.
·      Kondom sepatu, yaitu sepasang sarung yang dirancang khusus untuk melindungi sepatu yang sedang anda kenakan dari air hujan.
·      Hands free untuk pengendara yang menggunakan telepon seluler. Namun harus diperhatikan, meskipun anda menjadi lebih mudah dalam mendapatkan panggilan telepon tanpa harus membuka helm, anda wajib untuk menghentikan dan menepikan sepeda motor anda lebih dulu sebelum mendapatkan panggilan tersebut. Dengan demikian konsentrasi anda dalam berkendara tidak terpecah oleh pembicaraan melalui telepon seluler tersebut.
·      Dan lainnya yang anda anggap perlu.

Semakin baik persiapan yang anda lakukan, maka akan semakin nyaman dan aman perjalanan dengan sepeda motor anda.
Buatlah persiapan sebelum berkendara ini menjadi suatu kebiasaaan bahkan budaya yang selalu anda lakukan sebelum melaksanakan perjalanan. Dan kesannya anda akan merasa tidak nyaman ketika anda berkendara tanpa melaksanakan persiapan-persiapan tersebut, bahkan memutuskan untuk tidak melaksanakan perjalanan dengan sepeda motor ketika persiapan yang dilakukan dianggap tidak memenuhi aspek keselamatan.

Tidak sedikit pengendara sepeda motor di tanah air mengenakan helm sekedar untuk menjalankan kewajiban dari Undang-Undang yang ada dan terhindar dari jeratan sanksinya, sehingga yang bersangkutan akan dengan taat mengenakan helm ketika akan melintasi jalan yang diperkirakan akan berjumpa dengan Polisi Lalu Lintas nantinya. Sikap ini bukanlah sikap seorang safety rider. Seorang pengendara yang sadar akan keselamatan atau safety rider selalu berkendara dengan mengenakan helm dan perlengkapan lainnya karena alasan keselamatan bagi dirinya, penumpang dan pengguna jalan lainnya. Dan jangan pernah menawar-nawar standar kualitas dan keselamatan yang telah ditentukan dan diatur oleh peraturan yang berlaku, karena semuanya telah dirancanang dan diuji coba dengan selayaknya demi pertolongan maksimal. Jika anda menggunakan helm sepeda motor dengan kualitas di bawah standar yang telah ditentukan, maka anda akan tidak benar-benar terlindung dengan helm tersebut. Namun kalau anda menggunakan helm sepeda motor dengan kualitas yang lebih baik dari standar yang ditentukan, hal ini bukanlah sebuah pelanggaran dan justru anda akan mendapat pertolongan yang lebih baik dengan jumlah rupiah lebih yang telah anda keluarkan.